u4-cover-puisi
Puisi Karya Guru

Ramadhan Kali Ini

Ernayati, S.Pd

 

Ramadhan datang lagi

Sidang isbat yang ditunggu

Sebagai penanda datangnya bulan penuh rahmat

Bagi seluruh umat muslim

Titian bulan pahala

Berlaksa makna

 

Kujalani Ramadhan tahun ini dengan hati rindu

Rindu dalam dekapmu

Menjalani dengan sepenuh hati

Lapar, haus, amarah, nafsu, terbelenggu

Tafakur dalam hening malam

 

Tuhan

Hadirkan kembali Ramadhan di tahun depan

Aku masih ingin diberi kesempatan

Menuju ampunan dan keberkahan

Dalam dekapan kuasaMu

Dalam alunan ampunanMu

 

 

 

Hari yang Fitri

Ernayati, S.Pd

 

Setelah sebulan bentengi diri

Bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga

Tapi juga mengendalikan diri dari nafsu AA

Perut melilit, pedih meremas rasa

Terhimpit rasa penat, lelah, amarah yang terpendam

Kini tibalah hari kemenangan

 

Namun aku tak tahu

Apakah aku harus riang gembira sedangkan ku tahu

Puasaku tak sempurna

Terkadang ghibah tak sengaja

Terkadang ucapan tak sesuai tingkah

Ataukah aku harus menangis menyesali diri

Tatkala ku takut ini jadi puasa terakhirku

 

Aku hanyalah segelintir manusia yang penuh khilaf

Namun selalu Kau tutupi celah aibku

Bertebaran rahmatMu untukku

Aku tak bisa berpaling

Tapi aku mungkin terlalu naïf

Terlalu angkuh tuk mengakuinya

 

Sayup terdengar takbir berkumandang

Alunan takbir menyentuh relung hati terdalam

Tuhan… beri hambaMu ini kesempatan

Sekali lagi

Tuk bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun depan

Hadir dalam kwalitas ibadah yang lebih bermakna

Lebih khusyuk dalam menjalaninya

Karena ku tahu…Engkau Maha Baik, Maha Pengasih dan Penyayang

 

Bangkit

Ernayati, S.Pd

 

Menata sebuah kata tanpa jeda

Sebaris kalimat sederhana

Mampu hujamkan kalbu terdalam

Dalam ukiran tinta hitam penuh makna

Menggores luka yang kian menganga

 

Rasa itu kini tak lagi sama

Dalam rasa sepi yang menari

Rindu menyapa

Merintih pilu

Dalam kegersangan

Serpihan tak berpola

Menorehkan sejuta mimpi yang tak mungkin kembali

 

Kehilanganmu bukan suatu akhir dari segalanya

Menjadi sebuah pelajaran berharga

Meski batin yang tlah porak poranda

Aku harus bangkit dari keterpurukan

Membawa harapan dari serpihan hati yang terkoyak dalam

Menjadi suka cita yang terukir dalam kanvas kehidupan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait