Ramadhan Kali Ini
Ernayati, S.Pd
Ramadhan datang lagi
Sidang isbat yang ditunggu
Sebagai penanda datangnya bulan penuh rahmat
Bagi seluruh umat muslim
Titian bulan pahala
Berlaksa makna
Kujalani Ramadhan tahun ini dengan hati rindu
Rindu dalam dekapmu
Menjalani dengan sepenuh hati
Lapar, haus, amarah, nafsu, terbelenggu
Tafakur dalam hening malam
Tuhan
Hadirkan kembali Ramadhan di tahun depan
Aku masih ingin diberi kesempatan
Menuju ampunan dan keberkahan
Dalam dekapan kuasaMu
Dalam alunan ampunanMu
Hari yang Fitri
Ernayati, S.Pd
Setelah sebulan bentengi diri
Bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga
Tapi juga mengendalikan diri dari nafsu AA
Perut melilit, pedih meremas rasa
Terhimpit rasa penat, lelah, amarah yang terpendam
Kini tibalah hari kemenangan
Namun aku tak tahu
Apakah aku harus riang gembira sedangkan ku tahu
Puasaku tak sempurna
Terkadang ghibah tak sengaja
Terkadang ucapan tak sesuai tingkah
Ataukah aku harus menangis menyesali diri
Tatkala ku takut ini jadi puasa terakhirku
Aku hanyalah segelintir manusia yang penuh khilaf
Namun selalu Kau tutupi celah aibku
Bertebaran rahmatMu untukku
Aku tak bisa berpaling
Tapi aku mungkin terlalu naïf
Terlalu angkuh tuk mengakuinya
Sayup terdengar takbir berkumandang
Alunan takbir menyentuh relung hati terdalam
Tuhan… beri hambaMu ini kesempatan
Sekali lagi
Tuk bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun depan
Hadir dalam kwalitas ibadah yang lebih bermakna
Lebih khusyuk dalam menjalaninya
Karena ku tahu…Engkau Maha Baik, Maha Pengasih dan Penyayang
Bangkit
Ernayati, S.Pd
Menata sebuah kata tanpa jeda
Sebaris kalimat sederhana
Mampu hujamkan kalbu terdalam
Dalam ukiran tinta hitam penuh makna
Menggores luka yang kian menganga
Rasa itu kini tak lagi sama
Dalam rasa sepi yang menari
Rindu menyapa
Merintih pilu
Dalam kegersangan
Serpihan tak berpola
Menorehkan sejuta mimpi yang tak mungkin kembali
Kehilanganmu bukan suatu akhir dari segalanya
Menjadi sebuah pelajaran berharga
Meski batin yang tlah porak poranda
Aku harus bangkit dari keterpurukan
Membawa harapan dari serpihan hati yang terkoyak dalam
Menjadi suka cita yang terukir dalam kanvas kehidupan
