u4-KANTIN-BEBAS-PLASTIK
Kantin Bebas Plastik

 

Kantin Sehat Bebas 5 P + 1

 

 

Tujuan dan Bentuk Layanan Kantin Sehat

Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, dalam kesempatan  kali ini akan kita bahas  mengenai  Konsep Kantin  yang sehat  untuk  Sekolah.  Kantin  sehat  merupakan  suatu  ruang  atau  bangunan  di  sekolah  yang dimanfaatkan untuk menyediakan makanan dan minuman sehat untuk melayani warga sekolah. dimana tujuan penyediaan layanan kantin sehat di sekolah adalah;

  • Menyediakan makanan yang aman dan bergizi;
  • Menyediakan fasilitas untuk menerapkan ilmu kesehatan dan gizi; dan
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Sahabat Dunia Pendidikan, Berdasarkan tujuan dan Bentuk Layanan Kantin sehat diatas, maka kantin sehat berfungsi sebagai:

Sarana penyediaan makanan untuk menjaga kesehatan warga sekolah

Tempat warga sekolah untuk memilih makanan yang aman dan bergizi

Tempat belajar tatakrama yang ada di masyarakat

Tempat bersosialisasi antar warga sekolah

 

Layanan kantin sehat dapat berupa:

  • Wait-service system adalah sistem pelayanan yang pembelinya menunggu dilayani petugas kantin
  • Tray-service system adalah sistem pelayanan yang pembelinya dilayani petugas kantin

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola kantin adalah:

  •  Menentukan waktu pelayanan kantin
  • Membuat prosedur pelayanan  kantin  (tata  cara  pembelian  dan pembayaran,  pengembalian  alat  makan, pembuangan sampah, dll)
  • Menyediakan tempat bagi peserta didik yang akan makan dengan membawa makanan sendiri.

 

Aspek Pengelolaan Kantin Sehat

 

Mengingat manfaat yang diharapkan dari kantin sehat serta dampaknya terhadap keadaan gizi dan kesehatan peserta didik, maka  pengelolaan  makanan  di kantin  sehat  hendaknya  memperhatikan  aspek-aspek sebagai berikut: 1) pengelola kantin, 2) jajanan yang dijual, 3) lokasi, 4) Fasilitas

 

  1. 1. Pengelola Kantin Sehat

Penyelenggaraan makanan kantin sehat memerlukan seorang penanggungjawab kantin yang mempunyai tugas

pokok sebagai penanggungjawab kelangsungan kantin sehat        secara keseluruhan, baik kedalam (sekolah) maupun keluar yaitu kepada orang tua peserta didik dan instansi yang berwenang/ terkait terutama bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak diduga.

Pengelola kantin sehat memiliki kualifikasi sebagai berikut:

  • Berbadan sehat
  • Bebas dari penyakit menular
  • Bersih dan rapi
  • Mengerti tentang kesehatan
  • Memiliki disiplin kerja yang tinggi

Selain kriteria tersebut diatas, pengelola kantin sehat perlu memiliki pengetahuan tentang keamanan pangan sehingga tahu makanan atau jajanan yang baik untuk dijual di kantin sehat. Pengelola ini harus mengerti cara

pemasakan bahan makanan menurut gizi dan kesehatan, serta memelihara kebersihan alat-alat makan (mencuci air bersih yang mengalir dan sabun). Pengelola kantin sehat pernah mengikuti kursus atau pelatihan di bidang higiene dan sanitasi makanan.

 

Pengawasan terhadap kualitas makanan, kebersihan, pengelola, peralatan, dan ruangan kantin perlu dilakukan agar tujuan penyediaan kantin sehat dapat tercapai. Pengawasan ini dapat ditugaskan pada guru piket.

 

  1. 3. Jajanan yang dijual

Jajajan yang dijual adalah makan berat serta makanan ringan dengan harga terjangkau. Selain itu jajanan yang dijual harus bebas dari 5P yakni: pemanis, pewarna, penyedap, perasa, dan pengawet.

 

  1. 3. Lokasi Kantin

Lokasi kantin harus dalam pekarangan sekolah dan sedapat mungkin masih dalam wilayah gedung sekolah, tidak berdekatan dengan jamban, kamar mandi dan tempat pembuangan sampah.

 

Ruangan makan harus cukup luas, bersih, nyaman dan ventilasi cukup dengan sirkulasi udara yang baik. Lantai hendaknya terbuat dari bahan yang kedap air dan mudah dibersihkan. Dinding dan langit-langit selalu bersih dan dicat terang. Jendela yang digunakan sebagai ventilasi hendaknya berkasa untuk menghindari la lat masuk.

 

  1. 4. Fasilitas dan Peralatan
  2. a. Fasilitas Bangunan Kantin

Kantin sehat dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kantin dengan ruangan tertutup dan kantin dengan ruangan terbuka seperti koridor atau di halaman sekolah. Meskipun kantin berada di ruang terbuka, namun

ruang pengolahan dan tempat penyajian makanan harus dalam keadaan tertutup. Kedua jenis kantin di atas harus memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut: Sumber air bersih; Tempat penyimpanan; Tempat pengolahan; Tempat  penyajian;  Ruang makan;  Fasilitas  sanitasi;  Perlengkapan  kerja; Tempat  pembuangan sampah yang tertutup.

Penyediaan makanan yang baik perlu ditunjang oleh peralatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas yang dilayani. Kebutuhan perlengkapan dan peralatan sesuai dengan menu yang diselenggarakan.

Kantin dengan ruang tertutup harus mempunyai bangunan tetap dengan persyaratan tertentu, sedangkan kantin

dengan  ruang  terbuka  (koridor  atau  halaman)  harus  mempunyai  tempat  tertutup  untuk  persiapan  dan

pengolahan serta penyajian makanan dan minuman.

Persyaratan bangunan untuk kantin dengan ruangan tertutup adalah sebagai berikut:

Lantai kedap air, rata, halus tetapi tidak licin, kuat, dibuat miring sehingga mudah dibersihkan.

Dinding kedap air, rata, halus, berwarna terang, tahan  lama, tidak mudah mengelupas dan kuat sehingga mudah dibersihkan.

Langit-langit terbuat dari bahan tahan lama, tidak bocor, tidak berlubang dan tidak mudah mengelupas serta

mudah dibersihkan.

Pintu, jendela dan ventilasi kantin dibuat dari bahan tahan lama. Tidak mudah pecah, rata, halus, berwarna

terang, dapat dibuka-tutup dengan baik, dilengkapi kasa yang dapat dilepas sehingga mudah dibersihkan.

Ruang pengolahan dan penyajian serta tempat makan di ruangan memiliki lubang angin/ ventilasi minimal dua buah dengan luas keseluruhan lubang ventilasi 20% dari luas lantai.

Lantai, dinding, langit-langit kantin, pintu, jendela dan lubang angin/ ventilasi selalu dalam keadaan bersih.

 

  1. b. Fasilitas Air Bersih

Kantin dengan ruangan tertutup maupun kantin dengan ruangan terbuka harus mempunyai suplai air bersih yang cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan  maupun untuk kebutuhan  pencucian  dan pembersihan.  Air bersih dapat diperoleh dari PAM maupun dari sumur. Air bersih yang disimp an dalam ember harus selalu tertutup. Gunakan gayung bertangkai panjang untuk mengambil air dari ember.

 

  1. c. Fasilitas Ruang Pengolahan

Ruang pengolahan  atau  persiapan  makanan  mempunyai  persyaratan  yang sama,  baik untuk kantin  ruang tertutup maupun kantin ruang terbuka. Ruang pengolahan selalu dalam keadaan bersih dan terpisah dari ruang penyajian dan ruang makan. Ruang pengolahan atau persiapan makanan harus tertutup.

Terdapat tempat/ meja yang permanen dengan permukaan halus, tidak bercelah dan mudah dibersihkan untuk

pengolahan atau penyiapan makanan. Ruang pengolahan tidak berdesakan sehingga setiap karyawan yang sedang bekerja dapat leluasa bergerak. Terdapat lampu penerangan yang cukup terang sehingga karyawan

 

dapat mengerjakan tugasnya dengan baik, teliti dan nyaman. Lampu penerangan tidak berada langsung di atas meja pengolahan pangan. Jika lampu berada langsung di atas tempat pengolahan, lampu tersebut harus diberi penutup.

Terdapat  ventilasi  yang cukup agar udara panas dan lembab di dalam ruangan  pengolahan dapat dibuang keluar dan diganti dengan udara segar.

 

  1. d. Fasilitas Tempat Penyajian

Kantin  ruang tertutup  maupun  kantin  ruang terbuka  harus  mempunyai  tempat  penyajian  makanan  seperti lemari display, meja panjang yang memungkinkan konsumen dapat melihat makanan yang disajikan dengan

jelas. Makanan camilan  harus mempunyai  tempat penyajian  yang terpisah dari tempat penyajian  makanan

sepinggan. Makanan camilan yang dikemas dapat digantung atau ditempatkan dalam wadah dan disajikan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung atau debu.

 

 

  1. e. Peralatan Kantin

Peralatan yang digunakan dalam proses persiapan sampai penyajian harus mudah dibersihkan, kuat dan tidak mudah berkarat, misalnya peralatan dari bahan stainless steel untuk pisau, panci, dan wajan.

Permukaan peralatan yang kontak langsung dengan pangan harus halus, tidak bercelah,tidak mengelupas dan tidak menyerap air. Peralatan bermotor seperti pengaduk dan blender hendaknya dapat dibongkar agar bagian –

bagiannya mudah dibersihkan.

 

  1. f. Fasilitas Sanitasi

Fasilitas sanitasi dalam kantin mempunyai persyaratan yang sama, baik untuk kantin ruang tertutup maupun kanting ruang terbuka, yaitu:

Tersedia bak cuci piring dan peralatan dengan air bersih yang mengalir serta rak pengering.

Tersedia suplai air bersih yang cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun untuk kebutuhan pencucian dan pembersihan.

Tersedia alat cuci/ pembersih yang terawat baik seperti sapu lidi, sapu ijuk, selang air, kain lap, sikat, kain pel, dan bahan pembersih seperti sabun/ deterjen dan bahan sanitasi.

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait