Gerakan Sekolah Menyenangkan
Apa itu Gerakan Sekolah Menyenangkan? Seperti kita tahu, sekolah merupakan rumah kedua bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Karena itu, ketika memasuki area sekolah, diharapkan peserta didik merasakan suasana dan lingkungan yang tak jauh berbeda dengan saat mereka berada di rumah. Mereka tentu membutuhkan suasana yang nyaman, aman, tenteram, dan menyenangkan. Manakala mereka sudah betah tinggal di rumah keduanya, tentunya mereka akan dapat beradaptasi dengan cepat dan mampu menerima pelajaran dengan mudah, karena hatinya merasa nyaman dan tentram.
Pada tahun 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mencanangkan program populer yang selanjutnya disebut dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Implikasi dari program GSM ini tak lain merupakan gerakan yang mengupayakan penumbuhan kesadaran akan sekolah sebagai institusi yang tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan pendidikan dan pembelajaran kepada seluruh peserta didik. Yang menjadi tujuan utama adalah bagaimana peserta didik merasa senang atau bahagia berada di lingkungan sekolah.
Kesadaran Diri
Sekolah sebagai tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial. Sekolah juga merupakan tempat untuk mengembangkan diri, mencari teman sebaya, dan membentuk karakter. Pembentukan pribadi utuh bagi peserta didik perlu dibangun agar dapat menciptakan pondasi yang dibangun dengan kesadaran diri. Saat kesadaran diri sudah terbentuk, diharapkan dapat membekali peserta didik untuk mampu berkiprah dalam lingkungan atau teknologi digital yang semakin canggih.
Kesadaran diri peserta didik dalam dunia pendidikan perlu lebih dioptimalkan. Karena tak bisa dipungkiri bahwa, pendidikan subtansi dasarnya adalah berusaha untuk menyadarkan setiap orang yang belajar untuk sadar diri dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian akan terbangun kesadaran kritis agar setiap orang bisa keluar dari persoalan kehidupannya, sekaligus memiliki harapan masa depan yang lebih baik.
Kesadaran diri peserta didik dapat dibangun lewat keterampilan sosial seperti kerjasama, toleransi, dan sikap positif terhadap moralitas dan etika.Hal itu dapat dicapai dengan menghadirkan suasana hati peserta didik yang senang dan bahagia saat datang ke sekolah yang aman dan dengan suasana belajar yang menyenangkan. Pada hakikatnya belajar tak hanya sekedar mendengarkan ceramah guru, menghafal materi, lalu mengerjakan uji kompetensi, sumatif atau sumatif akhir semester yang sifatnya mengingat kembali aspek ingatan, yang sebernarnya mudah ditemukan melalui jaringan internet.
Pembelajaran dengan metode pendekatan personal atau mengajak peserta didik untuk mendiskusikan topik-topik aktual atau sharing perlu lebih dioptimalkan kembali. Pendekatan tersebut akan membentuk kemampuan untuk menciptakan karena ada ranah imajinasi dan karakter yang terbangun. Materi bisa diambil dari kondisi lingkungan sekitar, agar mudah dipahami karena mereka sudah mengenal dan mengalami sendiri dalam kehidupan kesehariannya.
Untuk dapat menciptakan sekolah yang menyenangkan dibutuhkan peran guru sebagai ujung tombak pendidikan di masing-masing satuan pendidikan. Adapun peran guru untuk dapat menciptakan sekolah menyenangkan diantaranya,
Pertama, guru sebagai panutan. Tentu, dalam hal ini guru mampu memberi dan menjadi contoh yang baik dan dapat ditiru.
Dalam hal disiplin, guru menjadi garda terdepan dalam mengajarkan disiplin melalui sikap dan perilaku yang dapat dijadikan contoh dan ditiru oleh peserta didik. Model pembelajaran dengan mengedepankan banyak contoh yang dapat ditiru akan lebih mudah diikuti oleh peserta didik. Ketika guru memberikan contoh disiplin dengan datang lebih awal di sekolah, datang lebih awal di kelas dan tidak pulang sebelum waktunya, sebenarnya secara tidak langsung mengajarkan kepada peserta didik untuk dapat mengelola dan menghargai waktu.
Kedua, aspek pelayanan. Kita sebagai guru menganggap peserta didik sebagai seorang raja yang mesti mendapat layanan prima (excellent service). Tugas guru sebagai tuan rumah yang baik adalah memberikan pelayanan prima kepada setiap stakeholder sekolah. Peserta didik adalah tamu yang wajib mendapat pelayanan prima dari sekolah. Mendapat pelayanan pembelajaran dan pendidikan dari guru sebagai tuan rumah adalah hak peserta didik yang perlu dan wajib dipenuhi.
Dapat disimpulkan, bahwa guru yang baik harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, soaial, dan professional. Tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan saja, tapi mampu berkomunikasi dengan baik, mengelola kelas, memberikan umpan balik, serta bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kultur Sekolah
Untuk mengoptimalkan gerakan sekolah yang menyenangkan perlu diimbangi dengan penguatan kultur di masing-masing satuan pendidikan. Kultur sekolah akan memengaruhi kecepatan sekolah dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar sekolah dengan tujuan menciptakan sekolah yang nyaman untuk pendidik dan peserta didik.
Apabila kultur sekolah sudah terbangun dengan baik, maka sekolah dapat meningkatkan kualitasnya secara menyeluruh akan tercipta lingkungan pendidikan sebagai sebuah lingkungan belajar yang dapat membantu setiap individu agar semakin dapat menemukan individualitasnya dan menghayati kebebasannya secara lebih penuh.
Dengan demikian, sekolah yang menyenangkan perlu diawali dengan penciptaan lingkungan yang kondusif. Dari lingkungan kondusif tersebut akan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan inklusif mendukung pembelajaran efektif bagi seluruh peserta didik dengan mempertimbangkan kebutuhan fisik, emosional, dan intelektual peserta didik di mana anak-anak merasa aman, ermotivasi, dan dihormati.
