~°•° LEBARAN YANG TAK TERLUPAKAN °•°~
Di penghujung malam-malam terakhir Ramadhan ini, aku merasa kehilangan. Rasanya, aku ingin kembali menikmati awal Ramadan; saat rasa penasaran menyelimuti tentang bagaimana rasanya menjalani puasa, tadarus pagi dan malam, serta salat Tarawih dan Witir berjamaah yang dikelilingi anak-anak penuh semangat. Meski melelahkan dan menguji kesabaran, momen itu sungguh berharga.
Hari demi hari berlalu, waktu terasa melesat begitu cepat hingga tak sadar Ramadhan hampir berakhir. Aku akan selalu mengingat setiap detik bahagia di bulan yang penuh berkah, harapan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih sabar serta lebih dekat kepada Allah SWT.
Kini, aku harus melangkah menuju gerbang yang baru: bulan Syawal dengan suasana dan alur kehidupan yang baru pula. Malam itu, aku dan teman-teman melantunkan takbir bersama-sama. Suaranya begitu menenangkan di hati namun juga penuh haru, karena Ramadhan akan segera meninggalkan kita. Meski berat hati, tekadku harus kuat untuk melangkah maju. Aku yakin, semangat Ramadhan akan selalu melekat di dalam jiwa.
Keesokan paginya, kami sekeluarga pergi ke masjid untuk menunaikan salat Idulfitri berjamaah. Suasana begitu tenang, diiringi suara takbir yang bersahutan dan ceramah imam yang penuh doa. Harapannya sama: semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh berkah.
Setelah itu, kami saling bermaaf-maafan dengan saudara, teman, orang tua, dan guru untuk menghapus khilaf yang pernah ada. Kami disambut dengan hidangan lezat dan aneka kue hari raya yang beragam dan menggugah selera di depan mata. Di bawah naungan kasih sayang keluarga, kami berkeliling, menyambung silaturahmi dengan penuh tawa dan juga kegembiraan.
Aku sadar bahwa bulan Ramadhan adalah suatu ujian atau cobaan bagi manusia agar kita menjadi hamba yang sabar. Selama kita menjalaninya dengan penuh ikhlas, Allah SWT akan menjanjikan pahala yang berlipat ganda. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal untuk selalu berbuat baik kepada Allah SWT maupun sesama manusia.
Selamat Hari Raya Idulfitri, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Aku sangat merindukanmu, bulan Ramadhan, namun aku pun menyambut bulan Syawal ini dengan harapan baru. Semoga bulan yang baru ini bisa membawa kebaikan bagi semua, menghapus dosa yang telah lalu, dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.
Sampai jumpa, Ramadhan. Semoga kita bertemu lagi tahun depan. Dan selamat datang, bulan Syawal. Terima kasih, bulan Ramadhan, untuk segalanya.
