Program Literasi

1. Program Literasi Inti: Jurnal Baca 15 Menit (Tahap Pembiasaan)

AspekDeskripsi Implementasi
Waktu Pelaksanaan15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai setiap hari.
Bahan BacaanBuku non-pelajaran (fiksi, non-fiksi, motivasi, sejarah, dll.) yang dibawa siswa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan/pojok baca kelas.
Kegiatan IntiMembaca dalam hati (membaca mandiri) atau sesekali Membacakan Nyaring (oleh guru atau siswa terpilih). Guru wajib menjadi model dengan ikut membaca.
Tindak LanjutJurnal Baca Harian (JURBAR). Setiap siswa memiliki buku jurnal khusus. Setelah membaca, siswa mengisi jurnal yang berisi:
Penilaian/ApresiasiGuru mata pelajaran/Wali Kelas menandatangani dan memberikan komentar pada JURBAR secara berkala (misalnya, seminggu sekali) sebagai bagian dari penilaian non-akademik (penumbuhan budi pekerti).

2. Program Penulisan Kreatif: Membuat Buku (Tahap Pengembangan)

AspekDeskripsi Implementasi
Nama Program“Satu Siswa, Satu Karya (SASISAKA)”
Target PesertaSeluruh siswa (dapat dibagi berdasarkan jenjang, misal kelas 7 cerpen, kelas 8 puisi, kelas 9 comic strip).
MekanismeTerintegrasi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia bertindak sebagai pembimbing utama (Mentor Penulis).
Tahapan Kegiatan1. Pelatihan Menulis: Workshop dasar penulisan fiksi (alur, tokoh, latar) atau non-fiksi (esay, artikel) selama 1-2 bulan.
2. Proses Penulisan: Siswa menyusun draf karya individu (cerpen/kumpulan puisi/komik/esay) berdasarkan tema yang ditentukan sekolah (misal: Kearifan Lokal, Isu Lingkungan, dsb.).
3. Peer-Editing & Revisi: Siswa bertukar naskah dan saling mengoreksi (revisi oleh teman sebaya), dilanjutkan dengan bimbingan intensif oleh guru.
4. Publikasi: Kumpulan karya terbaik dicetak atau dibuat dalam bentuk E-Book (Buku Digital). Sekolah bekerja sama dengan penerbit lokal atau menggunakan jasa print-on-demand.
Apresiasi AkhirPesta Literasi Sekolah (Launching Buku). Siswa yang karyanya terpilih mendapatkan sertifikat/penghargaan, dan hasil karya dipajang di perpustakaan atau diunggah ke platform digital sekolah.

3. Program Penelitian Ilmiah: Menyusun Karya Ilmiah Remaja (KIR) (Tahap Pembelajaran)

AspekDeskripsi Implementasi
Nama ProgramKarya Ilmiah Remaja (KIR) Muda
Target PesertaSiswa kelas atas (misalnya kelas 8 dan 9 SMP atau kelas 10 dan 11 SMA) yang memiliki minat tinggi di bidang sains, sosial, atau teknologi. Dibentuk dalam Tim Penelitian (2-3 orang).
Struktur OrganisasiPembentukan Klub KIR yang dibimbing oleh Guru Mata Pelajaran (IPA/IPS/Matematika) yang berpengalaman.
Tahapan Kegiatan1. Workshop Metodologi: Pelatihan dasar penelitian, penentuan rumusan masalah, dan teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner).
2. Pengajuan Proposal: Setiap tim mengajukan proposal penelitian sederhana.
3. Bimbingan Intensif: Guru Pembimbing mengarahkan proses penelitian (mulai dari pelaksanaan, analisis data, hingga penulisan hasil).
4. Penulisan Laporan: Siswa menyusun laporan akhir dalam format Karya Tulis Ilmiah baku.
Apresiasi AkhirLomba/Seminar KIR Internal Sekolah. Karya terbaik diikutsertakan dalam kompetisi eksternal (misalnya, Lomba KIR tingkat Kabupaten/Provinsi) dan dipresentasikan di depan seluruh warga sekolah.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait